Rabu, 10 Agustus 2016

Pendidikan Usia Dini

Pada saat anak usia dini adalah masa perkembangan karakter fisik, mental dan spiritual anak mulai terbentuk. Pada usia dini inilah, karakter anak akan terbentuk dari hasil belajar dan menyerap dari perilaku orang tua dan dari lingkungan sekitarnya. Pada usia ini perkembangan mental anak berlangsung sangat cepat. Pada usia itu pula anak menjadi sangat sensitif dan peka mempelajari dan berlatih sesuatu yang dilihatnya, dirasakannya dan didengarkannya dari lingkungannya. Setiap hasil hubungan dengan lingkungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak. Pemahaman negatif akan berimbas pada pandangan yang negatif dan pemahaman yang positif akan membuatnya memandang dunianya dengan positif.

Lingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positif dan sukses. Lingkungan yang buruk akan membentuk karakter yang buruk dan kegagalan hidup.

Pentingnya sekolah untuk pendidikan karakter pada anak usia dini

Di situs Parents,  seorang  pakar pendidikan Universitas Harvard di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, bernama Kathleen McCartney, PhD menyampaikan bahwa terdapat perbedaan hasil yang dicapai dari anak yang bersekolah sejak dini di preschool..

Selain belajar mengenal angka, huruf dan bentuk, anak juga belajar bagaimana bersosialisasi dengan anak lainnya dengan belajar berbagi dan menghormati orang lain.

Ia juga menambahkan bahwa anak yang mendapatkan pendidikan di preschool lebih siap ketika memasuki Taman Kanak-kanak (TK).

Anak memiliki kemampuan yang lebih baik dalam persiapan membaca, jumlah kosa kata yang lebih banyak dan dasar matematika dibandingkan anak-anak yang tidak belajar dipreschool.

Tentunya pendidikan anak usia dini di sekolah diberikan dengan cara yang berbeda dengan anak Sekolah Dasar di mana anak akan lebih banyak belajar melalui bermain dan bernyanyi.

Di Indonesia preschool umumnya dikenal dengan nama playgroup atau PAUD (Pendidikan anak usia dini) yaitu jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang memberikan rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Kegiatan yang dilakukan di PAUD merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan  perkembangan 5 aspek penting pada anak usia dini:

perkembangan motorik atau fisik (koordinasi motorik halus dan kasar) : fisik anak dikembangkan dengan melakukan kegiatan berjalan, berlari, melompat yang dikemas dalam bentuk permainan untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar. Sedangkan untuk mengembangkan motorik halus anak di ajarkan berbagai macam ketrampilan sedrhana seperti bermain puzzle, menggambar, mewarnai, memotong dan menempel gambar, melakukan kerajinan tangan dan lain-lain.

perkembangan kognitif/ kecerdasan (daya pikir, daya cipta) : anak diajarkan untuk mengembangkan kemampuan mengatasi persoalan dan mengembangkan imajinasinya.
perkembangan sosio emosional (sikap dan emosi): anak belajar berinteraksi dengan orang lain, agar anak mampu mengendalikan emosi dan memiliki rasa percaya diri
perkembangan bahasa: anak belajar berkomunikasi, mengungkapkan perasaan serta emosinya melalui bahasa dengan orang lain.

perkembangan moral dan agama :  anak belajar aturan tentang bagaimana seharusnya dilakukan oleh manusia dalam interaksinya dengan orang lain. Dan menanamkan keyakinan akan adanya sang pencipta atau Tuhan sangat membantunya dalam membentuk pribadi yang baik.

Sabtu, 23 Juli 2016


Yuuu Daftarkan Putra dan Putrinya Bermain dan Belajar bersama di Ikoruna School and Daycare.hub 085722221984 untuk info dan pendaftarannya
#playgroupbogor #TKBogor #daycarebogor #childcarebogor

Kamis, 14 April 2016

Senin, 04 April 2016

Penerimaan Murid Baru TK di Ikoruna

yuuu daftarkan Putra/Putrinya di TK Ikoruna Playgroup Kindergarten (Sekolah umum yang berlandaskan dengan metode Montessori

Materi yang akan diajarkan di TK Ikoruna menggunakan bahasa indonesia dan bahasa inggris dengan mencakup:
1. Practical Life
2. Sensorial Education
3. Art and Craft
4. Fun Math
5. Pengenalan Huruf ABC
6. Story Telling
7. Geography
8. Science
9. Biology
10. Sing a Song

Pendaftaran: Rp 1.000.000 / Tahun
SPP: Rp 150.000 / bulan
Seragam: Rp 300.000 2 stel
Free 1 stel seragam

Fasilitas Pendukung
1. Pengajar yang berpengalaman
2. Ruang ber AC
3. Playground
4. Audio Visual
Lokasi: Semplak Bogor

Jumat, 11 Maret 2016

Pekan Imunisasi Nasional

Ikoruna partisipasi program PIN looh :) yuu kita sama2 berpartisipasi menyukseskan program PIN #DaycareBogor #ChildcareBogor #ikoruna #imunisasipolio #PIN

Rabu, 09 Maret 2016

Testimoni Ikoruna Daycare



mommy Kanaya: Thank youu so much anty2 sm teacher Ikoruna Playgroup Kindergarten.. Kanaya skrng udah lebih mandiri,ga takut ketemu sm orang,, sosialisasinya okeh bgt,, lebih bawel,, cumaaa knp skrng jd lebih galak yaaa xixixixi.. TOP BGT😉😊😊👍

Selasa, 01 Maret 2016

ART atau Daycare

Baby Sitter atau Day Care?

2013-07-30 09:03:41 Diterbitkan oleh: Suci Megawati
Secara naluri, pilihan pertama seorang ibu yang harus menitipkan anaknya adalah orangtua sendiri (atau nenek sang anak). Ada rasa tenteram pada saat menitipkan si buah hati pada orang yang paling kita percaya. Selain faktor kepercayaan, dengan nenek juga ada ikatan batin. Tidak hanya sang ibu, anak pun akan merasa lebih nyaman. 

Namun, menitipkan anak pada orangtua tidak selalu merupakan pilihan terbaik. Orangtua tidak seharusnya dibebankan untuk mengurus cucunya. Sekali-kali boleh saja, tetapi jangan terus-terusan. Pilihannya adalah babysitter atau penitipan anak (day care). Berikut plus-minus menitipkan pengasuhan anak padababysitter dan day care.


Babysitter 


Plus:

1. Orang tua dapat menyusun peraturan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sang 
babysitter, sesuai dengan nilai yang ingin dikembangkan.
2. Anak bisa tetap bermain dan bergerak di ruang yang sama dan nyaman, yaitu rumah.
3. Anak mendapat perhatian khusus, karena satu 
babysitter hanya punya konsentrasi penuh pada satu anak saja.

Minus:
1. Anak akan tenggelam pada rutinitas yang sama.
2. Anak hanya akan berteman dengan babysitter-nya saja. Risiko anak “lengket” dengan babysitter besar.
3. Meskipun telah dilatih oleh yayasan, supervisi tidak dilakukan langsung oleh pengelola yayasan terhadap babysitter. Apabila yayasan hanya menjadi penyalur dan tidak memberikan pelatihan ketrampilan mengasuh dan merawat anak, maka standar layanan babysitter tidak terjamin.


Day care

Plus:
1. Para staf memiliki dasar pendidikan anak sekaligus ilmu kesehatan anak yang disupervisi langsung oleh pengelola tempat penitipan anak.
2. Program di tempat penitipan anak dirancang sesuai perkembangan bayi dan balita. Untuk si balita, lembaga penitipan anak akan menerapkan kurikulum pendidikan anak usia dini (PAUD).
3. Anak akan memiliki aktivitas dan alat bermain yang beragam serta ruang bermain (baik di dalam maupun diluar ruang) yang relatif lebih luas bila dibandingkan ruang mereka di rumah sendiri.
4. Anak akan berkenalan dengan suasana baru, orang baru dan bertemu/mengenal anak-anak seusianya. Ketrampilan anak untuk beradaptasi terasah sejak dini.
5. Oleh karena staf yang bertugas mengurus dan merawat anak tidak hanya satu, maka anak tidak lengket dengan sang pengasuh.

Minus:
1. Anak berisiko lebih mudah tertular penyakit dari anak lain.
2. Anak harus berbagi perhatian pengasuh dengan anak. Karena di tempat penitipan anak, pengasuh harus menangani beberapa anak.
3. Orang tua harus menjemput anak sebelum tempat penitipan anak tutup.


Nah, Bagaimana pendapat Anda? Apakah ada hal-hal penting lain yang harus dipertimbangkan seorang ibu dalam memilih antara baby sitter dan daycare?

Referensi: http://www.ayahbunda.co.id