Selasa, 01 Maret 2016

ART atau Daycare

Baby Sitter atau Day Care?

2013-07-30 09:03:41 Diterbitkan oleh: Suci Megawati
Secara naluri, pilihan pertama seorang ibu yang harus menitipkan anaknya adalah orangtua sendiri (atau nenek sang anak). Ada rasa tenteram pada saat menitipkan si buah hati pada orang yang paling kita percaya. Selain faktor kepercayaan, dengan nenek juga ada ikatan batin. Tidak hanya sang ibu, anak pun akan merasa lebih nyaman. 

Namun, menitipkan anak pada orangtua tidak selalu merupakan pilihan terbaik. Orangtua tidak seharusnya dibebankan untuk mengurus cucunya. Sekali-kali boleh saja, tetapi jangan terus-terusan. Pilihannya adalah babysitter atau penitipan anak (day care). Berikut plus-minus menitipkan pengasuhan anak padababysitter dan day care.


Babysitter 


Plus:

1. Orang tua dapat menyusun peraturan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sang 
babysitter, sesuai dengan nilai yang ingin dikembangkan.
2. Anak bisa tetap bermain dan bergerak di ruang yang sama dan nyaman, yaitu rumah.
3. Anak mendapat perhatian khusus, karena satu 
babysitter hanya punya konsentrasi penuh pada satu anak saja.

Minus:
1. Anak akan tenggelam pada rutinitas yang sama.
2. Anak hanya akan berteman dengan babysitter-nya saja. Risiko anak “lengket” dengan babysitter besar.
3. Meskipun telah dilatih oleh yayasan, supervisi tidak dilakukan langsung oleh pengelola yayasan terhadap babysitter. Apabila yayasan hanya menjadi penyalur dan tidak memberikan pelatihan ketrampilan mengasuh dan merawat anak, maka standar layanan babysitter tidak terjamin.


Day care

Plus:
1. Para staf memiliki dasar pendidikan anak sekaligus ilmu kesehatan anak yang disupervisi langsung oleh pengelola tempat penitipan anak.
2. Program di tempat penitipan anak dirancang sesuai perkembangan bayi dan balita. Untuk si balita, lembaga penitipan anak akan menerapkan kurikulum pendidikan anak usia dini (PAUD).
3. Anak akan memiliki aktivitas dan alat bermain yang beragam serta ruang bermain (baik di dalam maupun diluar ruang) yang relatif lebih luas bila dibandingkan ruang mereka di rumah sendiri.
4. Anak akan berkenalan dengan suasana baru, orang baru dan bertemu/mengenal anak-anak seusianya. Ketrampilan anak untuk beradaptasi terasah sejak dini.
5. Oleh karena staf yang bertugas mengurus dan merawat anak tidak hanya satu, maka anak tidak lengket dengan sang pengasuh.

Minus:
1. Anak berisiko lebih mudah tertular penyakit dari anak lain.
2. Anak harus berbagi perhatian pengasuh dengan anak. Karena di tempat penitipan anak, pengasuh harus menangani beberapa anak.
3. Orang tua harus menjemput anak sebelum tempat penitipan anak tutup.


Nah, Bagaimana pendapat Anda? Apakah ada hal-hal penting lain yang harus dipertimbangkan seorang ibu dalam memilih antara baby sitter dan daycare?

Referensi: http://www.ayahbunda.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar