Pada saat anak usia dini adalah masa perkembangan karakter fisik, mental dan spiritual anak mulai terbentuk. Pada usia dini inilah, karakter anak akan terbentuk dari hasil belajar dan menyerap dari perilaku orang tua dan dari lingkungan sekitarnya. Pada usia ini perkembangan mental anak berlangsung sangat cepat. Pada usia itu pula anak menjadi sangat sensitif dan peka mempelajari dan berlatih sesuatu yang dilihatnya, dirasakannya dan didengarkannya dari lingkungannya. Setiap hasil hubungan dengan lingkungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak. Pemahaman negatif akan berimbas pada pandangan yang negatif dan pemahaman yang positif akan membuatnya memandang dunianya dengan positif.
Lingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positif dan sukses. Lingkungan yang buruk akan membentuk karakter yang buruk dan kegagalan hidup.
Pentingnya sekolah untuk pendidikan karakter pada anak usia dini
Di situs Parents, seorang pakar pendidikan Universitas Harvard di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, bernama Kathleen McCartney, PhD menyampaikan bahwa terdapat perbedaan hasil yang dicapai dari anak yang bersekolah sejak dini di preschool..
Selain belajar mengenal angka, huruf dan bentuk, anak juga belajar bagaimana bersosialisasi dengan anak lainnya dengan belajar berbagi dan menghormati orang lain.
Ia juga menambahkan bahwa anak yang mendapatkan pendidikan di preschool lebih siap ketika memasuki Taman Kanak-kanak (TK).
Anak memiliki kemampuan yang lebih baik dalam persiapan membaca, jumlah kosa kata yang lebih banyak dan dasar matematika dibandingkan anak-anak yang tidak belajar dipreschool.
Tentunya pendidikan anak usia dini di sekolah diberikan dengan cara yang berbeda dengan anak Sekolah Dasar di mana anak akan lebih banyak belajar melalui bermain dan bernyanyi.
Di Indonesia preschool umumnya dikenal dengan nama playgroup atau PAUD (Pendidikan anak usia dini) yaitu jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang memberikan rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Kegiatan yang dilakukan di PAUD merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.
Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitik beratkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan 5 aspek penting pada anak usia dini:
perkembangan motorik atau fisik (koordinasi motorik halus dan kasar) : fisik anak dikembangkan dengan melakukan kegiatan berjalan, berlari, melompat yang dikemas dalam bentuk permainan untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar. Sedangkan untuk mengembangkan motorik halus anak di ajarkan berbagai macam ketrampilan sedrhana seperti bermain puzzle, menggambar, mewarnai, memotong dan menempel gambar, melakukan kerajinan tangan dan lain-lain.
perkembangan kognitif/ kecerdasan (daya pikir, daya cipta) : anak diajarkan untuk mengembangkan kemampuan mengatasi persoalan dan mengembangkan imajinasinya.
perkembangan sosio emosional (sikap dan emosi): anak belajar berinteraksi dengan orang lain, agar anak mampu mengendalikan emosi dan memiliki rasa percaya diri
perkembangan bahasa: anak belajar berkomunikasi, mengungkapkan perasaan serta emosinya melalui bahasa dengan orang lain.
perkembangan moral dan agama : anak belajar aturan tentang bagaimana seharusnya dilakukan oleh manusia dalam interaksinya dengan orang lain. Dan menanamkan keyakinan akan adanya sang pencipta atau Tuhan sangat membantunya dalam membentuk pribadi yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar